Pecinta Sunnah, Ahlussunah Wal Jama'ah


    ALL ABOUT Nashiruddin Al Bani

    Share
    avatar
    agung santoso

    Jumlah posting : 43
    Join date : 12.06.11

    ALL ABOUT Nashiruddin Al Bani

    Post by agung santoso on Sun 06 Nov 2011, 08:13

    Saudaraku Ayyuhal Muslimin

    Siapakah Dia? Berdasarkan dari keterangan saudara kita golongan wahabi didapatlah biografi singkat Albani ini. Berikut riwayatnya :

    Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

    Beliau adalah Pembaharu Islam (mujadid) pada abad ini. Karya dan jasa-jasa beliau cukup banyak dan sangat membantu umat Islam terutama dalam menghidupkan kembali ilmu Hadits. Beliau telah memurnikan Ajaran islam terutama dari hadits-hadits lemah dan palsu, meneliti derajat hadits.

    Nama dan Nasabnya

    Nama beliau adalah Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani. Dilahirkan pada tahun 1333 H di kota Ashqodar ibu kota Albania yang lampau. Beliau dibesarkan di tengah keluarga yang tak berpunya, lantaran kecintaan terhadap ilmu dan ahli ilmu.Ayah al Albani yaitu Al Haj Nuh adalah lulusan lembaga pendidikan ilmu-ilmu syari`at di ibukota negara dinasti Utsmaniyah (kini Istambul), yang ketika Raja Ahmad Zagho naik tahta di Albania dan mengubah sistem pemerintahan menjadi pemerintah sekuler, maka Syeikh Nuh amat mengkhawatirkan dirinya dan diri keluarganya. Akhirnya beliau memutuskan untuk berhijrah ke Syam dalam rangka menyelamatkan agamanya dan karena takut terkena fitnah. Beliau sekeluargapun menuju Damaskus.

    Setiba di Damaskus, Syeikh al-Albani kecil mulai aktif mempelajari bahasa arab. Beliau masuk sekolah pada madrasah yang dikelola oleh Jum`iyah al-Is`af al-Khairiyah. Beliau terus belajar di sekolah tersebut tersebut hingga kelas terakhir tingkat Ibtida`iyah. Selanjutnya beliau meneruskan belajarnya langsung kepada para Syeikh. Beliau mempelajari al-Qur`an dari ayahnya sampai selesai, disamping itu mempelajari pula sebagian fiqih madzab Hanafi dari ayahnya.

    Syeikh al-Albani juga mempelajari keterampilan memperbaiki jam dari ayahnya sampai mahir betul, sehingga beliau menjadi seorang ahli yang mahsyur. Ketrampilan ini kemudian menjadi salah satu mata pencahariannya.

    Pada umur 20 tahun, pemuda al-Albani ini mulai mengkonsentrasi diri pada ilmu hadits lantaran terkesan dengan pembahasan-pembahsan yang ada dalam majalah al-Manar, sebuah majalah yang diterbitkan oleh Syeikh Muhammad Rasyid Ridha. Kegiatan pertama di bidang ini ialah menyalin sebuah kitab berjudul al-Mughni `an Hamli al-Asfar fi Takhrij ma fi al-Ishabah min al-Akhbar. Sebuah kitab karya al-Iraqi, berupa takhrij terhadap hadits-hadits yang terdapat pada Ihya` Ulumuddin al-Ghazali. Kegiatan Syeikh al-Albani dalam bidang hadits ini ditentang oleh ayahnya seraya berkomentar. Sesungguhnya ilmu hadits adalah pekerjaan orang-orang pailit (bangkrut).

    Namun Syeikh al-Albani justru semakin cinta terhadap dunia hadits. Pada perkembangan berikutnya, Syeikh al-Albani tidak memiliki cukup uang untuk membeli kitab-kitab. Karenanya, beliau memanfaatkan Perpustakaan adh-Dhahiriyah di sana (Damaskus). Di samping juga meminjam buku-buku dari beberapa perpustakaan khusus. Begitulah, hadits menjadi kesibukan rutinnya, sampai-sampai beliau menutup kios reparasi jamnya. Beliau lebih betah berlama-lama dalam perpustakaan adh-Dhahiriyah, sehingga setiap harinya mencapai 12 jam. Tidak pernah istirahat mentelaah kitab-kitab hadits, kecuali jika waktu sholat tiba. Untuk makannya, seringkali hanya sedikit makanan yang dibawanya ke perpustakaan.

    Akhirnya kepala kantor perpustakaan memberikan sebuah ruangan khusus di perpustakaan untuk beliau. Bahkan kemudiaan beliau diberi wewenang untuk membawa kunci perpustakaan. Dengan demikian, beliau menjadi leluasa dan terbiasa datang sebelum yang lainnya datang. Begitu pula pulangnya ketika orang lain pulang pada waktu dhuhur, beliau justru pulang setelah sholat isya. Hal ini dijalaninya sampai bertahun-tahun.

    Pengalaman Penjara

    Syeikh al-Albani pernah dipenjara dua kali. Kali pertama selama satu bulan dan kali kedua selama enam bulan. Itu tidak lain karena gigihnya beliau berdakwah kepada sunnah dan memerangi bid`ah sehingga orang-orang yang dengki kepadanya menebarkan fitnah.

    Beberapa Tugas yang Pernah Diemban

    Syeikh al-Albani Beliau pernah mengajar di Jami`ah Islamiyah (Universitas Islam Madinah) selama tiga tahun, sejak tahun 1381-1383 H, mengajar tentang hadits dan ilmu-ilmu hadits. Setelah itu beliau pindah ke Yordania. Pada tahun 1388 H, Departemen Pendidikan meminta kepada Syeikh al-Albani untuk menjadi ketua jurusan Dirasah Islamiyah pada Fakultas Pasca Sarjana di sebuah Perguruan Tinggi di kerajaan Yordania. Tetapi situasi dan kondisi saat itu tidak memungkinkan beliau memenuhi permintaan itu. Pada tahun 1395 H hingga 1398 H beliau kembali ke Madinah untuk bertugas sebagai anggota Majelis Tinggi Jam`iyah Islamiyah di sana. Mandapat penghargaan tertinggi dari kerajaan Saudi Arabia berupa King Faisal Fundation tanggal 14 Dzulkaidah 1419 H.

    Beberapa Karya Beliau

    Karya-karya beliau amat banyak, diantaranya ada yang sudah dicetak, ada yang masih berupa manuskrip dan ada yang mafqud (hilang), semua berjumlah 218 judul. Beberapa Contoh Karya Beliau yang terkenal adalah :

    1. Adabuz-Zifaf fi As-Sunnah al-Muthahharah
    2. Al-Ajwibah an-Nafi`ah `ala as`ilah masjid al-Jami`ah
    3. Silisilah al-Ahadits ash Shahihah
    4. Silisilah al-Ahadits adh-Dha`ifah wal maudhu`ah
    5. At-Tawasul wa anwa`uhu
    6. Ahkam Al-Jana`iz wabida`uha

    Di samping itu, beliau juga memiliki kaset ceramah, kaset-kaset bantahan terhadap berbagai pemikiran sesat dan kaset-kaset berisi jawaban-jawaban tentang pelbagai masalah yang bermanfaat.

    Selanjutnya Syeikh al-Albani berwasiat agar perpustakaan pribadinya, baik berupa buku-buku yang sudah dicetak, buku-buku foto copyan, manuskrip-manuskrip (yang ditulis oleh beliau sendiri ataupun orang lain) semuanya diserahkan ke perpustakaan Jami`ah tersebut dalam kaitannya dengan dakwah menuju al-Kitab was Sunnah, sesuai dengan manhaj salafush Shalih (sahabat nabi radhiyallahu anhum), pada saat beliau menjadi pengajar disana.

    Wafatnya

    Beliau wafat pada hari Jum`at malam Sabtu tanggal 21 Jumada Tsaniyah 1420 H atau bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 1999 di Yoradania. Rahimallah asy-Syaikh al-Albani rahmatan wasi`ah wa jazahullahu`an al-Islam wal muslimiina khaira wa adkhalahu fi an-Na`im al-Muqim.


    -----------------------------------------------------------------------------------------------------

    Silahkan baca dengan seksama!

    Warning : !!!

    Jangan baca jika Anda sudah merasa dirinya paling bersih, paling benar, dan paling suci. Beri saya waktu sedikit saja untuk memperkenalkan kepada Anda seorang tukang jam yang didaulat oleh pemujanya sebagai “Imam Muhaddits” abad ini!!.
    firmah Allah Subhana Wa Ta'ala



    “….janganlah kamu merasa sudah bersih, Dia (Allah) lebih mengetahui siapa yang bertaqwa.”
    (An-Najm : 32)

    Saudaraku,
    APAKAH ANDA MENGENALI FOTO-FOTO INI ?




    MASIH BELUM KENAL JUGA???
    OKE LAH.. KALAU BEGITCHU…!!

    MUNGKIN ANDA SERING MEMBACA BUKU-BUKU AGAMA ATAU DI WEBSITE-WEBSITE
    YANG DIDALAMNYA TERTULIS KALIMAT DENGAN GAYA SOK MUHADDITS

    Misalnya : "DISAHIHKAN OLEH SYEIKH AL-ABANI"

    ATAU MUNGKIN ANDA PERNAH MEMBACA BUKU KARYA BELIAU DIBAWAH INI ATAU MUNGKIN PERNAH MEMBELINYA MUNGKIN????



    sebenarnya judul buku itu salah, yang benar adalah:

    SIFAT SHALAT ALBANI"

    Sebab buku itu menjelaskan tata cara shalatnya Albani ^_^

    MEMANG DI TREAD INI DIBUKA KHUSUS MEMBAHAS DAN MEMBEDAH SEMUA TENTANG
    SYEIKH NASHIRUDDIN AL-ALBANI

    Di kalangan salafi (wahabi), lelaki satu ini dianggap muhaddis paling ulung di zamannya. Itu klaim mereka. Bahkan sebagian mereka tak canggung menyetarakannya dengan para imam hadis terdahulu. Fantastis. Mereka gencar mempromosikannya lewat berbagai media. Dan usaha mereka bisa dikata berhasil. Kalangan muslim banyak yang tertipu dengan hadis-hadis edaran mereka yang di akhirnya terdapat kutipan, “disahihkan oleh Albani, ”. Para salafi itu seolah memaksakan kesan bahwa dengan kalimat itu Al-Albani sudah setaraf dengan Imam Turmuzi, Imam Ibnu Majah dan lainnya.

    Sebetulnya, kapasitas ilmu tukang reparasi jam ini sangat meragukan (kalau tak mau dibilang “ngawur”). Bahkan ketika ia diminta oleh seseorang untuk menyebutkan 10 hadis beserta sanadnya, ia dengan entengnya menjawab, “Aku bukan ahli hadis sanad, tapi ahli hadis kitab.” Si peminta pun tersenyum kecut, “Kalau begitu siapa saja juga bisa,” tukasnya.

    Namun demikian dengan over pede-nya Albani merasa layak untuk mengkritisi dan mendhoifkan hadis-hadis dalam Bukhari Muslim yang kesahihannya telah disepakati dan diakui para ulama’ dari generasi ke generasi sejak ratusan tahun lalu. Aneh bukan?.

    Disamping itu Albani Terlalu banyak mengeluarkan kalimat cacian, hinaan, dan sumpah serapah yang dilontarkan kepada para ulama terdahulu dan zaman sekarang, sehingga tidak terhitung lagi jumlahnya saking banyaknya. Sampai-sampai ulama asal Yordania, Syaikh Hasan bin Ali As-Segaf merangkum cercaan dan cacian mulut kotor al-Albani dalam sebuah buku berjudul Qamus Syata’im al-Albani (Kamus Caci Maki al-Albani). Buku setebal 206 halaman ini berisi tentang caci-maki al-Albani kepada para ulama terdahulu maupun ulama kontemporer.

    Albani telah menghina dan mencaci maki para ulama dengan ungkapan-ungkapan yang tidak pantas dan tidak layak seperti yang di kutip dari kitab Qamus Syata’im al-Albani tersebut, beberapa diantaranya adalah:

    * - himar khassaf (keledai dungu)
    * - waqah (tidak punya rasa malu)
    * - syiddatu humqih (sangat tolol!)
    * - dhahalatu aqlih (sesat otaknya)
    * - istifhalu jahlil (ketololannya amat sangat!)
    * - jahul (orang tolol!)
    * - mubtadi’ (ahli bid’ah)
    * - dhal (sesat)
    * - kadzdzab (pendusta)
    * - mumawwih (pemalsu)
    * - mulabbis (penipu)
    * - ghairu mu’tamin ‘ala din (tidak amanah dalam agama)
    * - kanud (kufur nikmat)
    * - jahil (orang bodoh)
    * - halik (binasa)
    * - muta’ashshib (fanatik)
    * - azhim ul-ghaflah (sangat sembrono)
    * - thabl la yadri ma yakhruj min ra’sih (gendang yang tidak tahu apa yang keluar dari kepalanya)
    * - ka dhartati ‘air fi al-’ara (seperti ringkikan keledai liar di tanah lapang)
    * - fanzhuru ila iffatihi bal ufunatih (lihatlah kebersihannya bahkan kebusukan-kebusukannya)
    * - huwa akdzab min himari hadza (dia lebih dusta dari keledaiku ini)
    * - rafidhi mitslu al-himar (dia seorang rafidhi seperti keledai)

    Dan masih terlalu banyak lagi ungkapan-ungkapan kotornya yang lain, yang itu menunjukan kerendahan akhlaknya dan ketidaklayakannya untuk diikuti dan diambil ilmu darinya. Lihatlah wahai para pembaca! sebenarnya dia sedang mempertontonkan aibnya sendiri!

    Jika dia adalah pakar ulama hadits (seperti klaim para pengikutnya), maka apakah layak dirinya dipercaya dalam menshahihkan dan mendha’ifkan hadits-hadits Nabi SAW? Seorang perawi hadits yang makan sambil berdiri atau duduk-duduk di pinggir jalan saja tidak boleh diterima hadits-haditsnya, apalagi ini, al-Albani yang gemar mencaci-maki (Apalagi dia sudah terbukti kecerobohannya dan kebohongannya).

    Pantaskah ulama hadits berakhlaq seperti itu? Tidakkah dia mengamalkan hadits-hadits Nabi SAW tentang akhlaq yang dia riwayatkan sendiri? Nabi SAW bersaabda :

    ليس المسلم بالسّباب ولا بالفاحش ولا البذي
    “Bukan seorang muslim yang suka mencaci-maki, berkata kotor, ataupun mencela”

    MARI KITA LIHAT SEPAK TERJANG BELIAU !!!
    Melalui Tread-tread dibawah ini.

    Semuanya dapat Anda Copy dan sebarkan asal mencantumkan sumbernya!! Silahkan….

    (KLIK SAJA JUDUL DIBAWAH INI)

    1. SIAPAKAH NASHIRUDDIN AL-ALBANI ?
    2.
    BUKTI PENYIMPANGAN AQIDAH ALBANI
    3.
    SYEIKH AL-ALBANI DAN KAPASITAS KEILMUANNYA
    4. SYAIKH ALBANI BERSANAD IJAZAH?
    5. CARA ALBANI MENILAI SUATU HADITS
    6. KESALAHAN-KESALAHAN SYEIKH AL-ALBANI DALAM MELEMAHKAN SUATU HADITS
    7.
    PENYELEWENGAN-PENYELEWENGAN YANG DILAKUKAN ALBANI
    8. FATWA ANEH ALBANI TENTANG PALESTINA
    9. PANTASKAH AL-ALBANI DISEBUT AHLI HADITS ?
    10. PARA ULAMA MENGKRITIK AL-ALBANI
    11.
    ALBANI MENDHOIFKAN BANYAK HADITS IMAM BUKHARI DAN IMAM MUSLIM

    12. DIALOG SYAIKH AL-BUTHI DAN ALBANI
    13. ALBANI MENDUKUNG ISRAEL-ZIONIS??

    Segera Baca Artikel di atas!!!
    DIJAMIN PUAS!!
    (Kalau gak puas, salahkan diri sendiri kenapa hatinya masih mengeras!!)

    Tujuan kami mengutip kesalahan-kesalahan Syeikh Al-Albani ini bukan untuk memecah belah antara muslimin tapi tidak lain adalah untuk lebih meyakinkan para pembaca bahwa Syeikh ini sendiri masih banyak kesalahan dan belum yakin serta masih belum banyak mengetahui mengenai hadits karena masih banyak kontradiksi yang beliau kutip didalam buku-bukunya.
    [/size]

    Insya Allah Thread ini akan terus di update, sangat di tunggu andil Saudara-Saudara Yang Memiliki artikel2 lain yang menyangkut tentang Kesalahan Fatwa Albani silakan bagikan artikelnya di forum ini. Demi Kemaslahatan Umat Islam dan Demi tanda berbakti kita Kepada Panji Sayyidina Muhammad SAW

      Waktu sekarang Wed 22 Nov 2017, 10:49