Pecinta Sunnah, Ahlussunah Wal Jama'ah


    Organisasi Tarekat NU Mesir Waspadai Bahaya Laten Wahabisme

    Share
    avatar
    Abidin

    Jumlah posting : 12
    Join date : 11.06.11

    Organisasi Tarekat NU Mesir Waspadai Bahaya Laten Wahabisme

    Post by Abidin on Mon 14 Nov 2011, 12:24

    Kairo, NU Online
    Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Muktabarah An-Nahdliyah (JATMN) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir mengikuti langkah para ulama’ al-Azhar dalam mengahadapi bahaya laten wahabisme.

    Ahad (23/10) lalu, di Griya Jawa Tengah, Nasr City, Kairo, organisasi tarekat di bawah naungan NU Mesir ini membedah tesis bertajuk "al-Inhirafat al-Mansubah ila as-Sufiyah fi Mizan as-Syari’ah; Naqd wa Tahlil" (Penyimpangan-penyimpangan yang Dituduhkan kepada Para Sufi dalam Perspektif Syari’at: Studi, Kritik dan Analisa) dan launching buku “al-Rudud al-Mardhiyah ala Munkir Sadah as-Sufiyah” (Sanggahan yang Diterima atas Orang-orang yang Mengingkari Para Sufi).

    Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama JATMN PCINU Mesir, DPP PPMI (Organisasi Induk Mahasiswa Kairo), Majlis Riset Masisir, Pwk NW Mesir (Perwakilan Nahdhatul Wathan di Mesir), PCI Rifa’iyyah, dan El-Kibrit El-Ahmar (EKA) Institute.

    Buku sanggahan sufi yang di-lanching dalam kegiatan ini yang ditulis oleh TGH. Abdul Aziz Sukarnawadi, MA, kandidat doktor al-Azhar University.

    Prof. Dr. Sangidu, M. Hum, guru besar sastra UGM dan atase Pendidikan KBRI Kairo, dan Prof. Dr. Ibrahim Abdus Syafi (Dekan Islamic and Arabic studies al-Azhar University) juga memberikan apresiasi dalam kegiatan ini.

    “Saya sangat bangga dengan tesis dan buku ini, belum pernah saya temui karya spektakuler seperti ini, selama saya menjadi penguji di al-Azhar University,” kata Prof Ibrahim dalam slide show yang diputar di sela acara.

    Sesi diskusi dimoderatori Nur Fadlan. Para peserta yang mayoritas adalah mahasiswa universitas al-Azhar, warga nahdliyin, simpatisan sufi dari negeri jiran, Salik Tarekat Dusuqiyah Muhammadiyah, Syadziliyah, dan Naqsyabandiyah, menyimak paparan Abdul Aziz, tentang metodologi al-Azhar yang antipati terhadap Wahabi, Salafi dan turunannya. Humor-humor sufi ala Abdul Aziz cukup mengocok perut, membuat acara semakin meriah.

    KH Siddiq Fathani, SS, ketua JATMN PCINU Mesir menyatakan, para penggiat tarekat harus berperan aktif dalam menghadapi berbagai persoalan yang sedang dihadapi umat Islam. “As-sufi ibnu waqtih”, sudah seharusnya seorang Sufi, peka terhadap problematika pada masanya,” katanya.

    Husni Hidayat sebagai pembicara dan Direktur EKA, mengharapakan agar buku sufistik yang bercorak keindonesiaan ini, bisa menambah khazanah literatur sufistik di pesantren. Dikatakannya, buku ini sesuai dengan nilai-nilai yang telah ditanam oleh Walisongo serta dilestarikan oleh pesantren-pesantren di seluruh Indonesia.

    Redaktur : A. Khoirul Anam

    sumber http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/1/34545/Warta/Organisasi_Tarekat_NU_Mesir_Waspadai_Bahaya_Laten_Wahabisme.html

      Waktu sekarang Wed 22 Nov 2017, 10:57